Angin syahdu kurasa di kala senja datang mendesak menjauh dari keramaian hiruk pikuk metropolitan..
Berputar dalam pikiran logika yang memang sebenarnya bukan Aku..
Mengelilingi Dunia dalam mimpi-mimpi senja menjelang petang..
Menguras daya ingat sang surya akan terlelapnya mimpi-mimpi terlalu harap..
Angin yang membuat daun-daun diranting pepohonan menari dengan lenggak lenggok yang sebenarnya tidak indah mempesona..
Matahari yang ingin pergi dari penglihatanku walau ragu namun membangunkan aku dari mumpi-mimpi senja dan membawaku ke sang Rembulan meski datang dengan keraguan awalnya..
Ingin ku bawa senja selalu dalam hidupku..
terlalu sulit karna ku tak punya nyali..
Senja yang selalu membawaku pada lamunan..
Dan awan kelabu yang membuat mimpiku menjadi abu-abu.
BERKICAU
Musuh terbesar dalam Hidup ini adalah Diri-Sendiri !!!
Tuesday, September 4, 2012
Wednesday, June 27, 2012
Debu Berserakan
Debu-debu berserakan diberandaku,
tidak menumpuk tapi berserakan.
Kala angin datang menerpa ia berhamburan
bagai kapas yang membuat ku sesak
dan mengotori benda apapun yang berada disekitarnya..
Kala hujan datang aku mengira bahwa air hujan dapat membersihkannya tapi itu salah,
ternyata hujan membuat debu itu menggumpal-gumpal layaknya tanah..
dan jika panas matahari menyinarinya
berandaku menjadi seperti pasar tradisional yang khas dengan jejak-jejak kesibukan manusia..
Ini tentang debu,yang malas ku bersihkan diberandaku,hingga membuat ku terganggu akan hal itu.
Monday, January 16, 2012
Terataiku
Selalu menemaniku dengan kebisuanmu saat gelap datang,
tetap setia walau kau terlelap dengan ketakutanmu terhadap cahaya mentari.
Aku terperangkap dalam lingkar asmaramu,
namun sulit untuk mengekspresikannya secara jelas,
Candaku 'tuk melihat senyummu,
Tawaku 'tuk mendapat ceriamu,
Rinduku 'tuk segala sesuatu darimu..
Walau harapku memilikimu seakan hampa
namun inilah harapku...
tetap setia walau kau terlelap dengan ketakutanmu terhadap cahaya mentari.
Aku terperangkap dalam lingkar asmaramu,
namun sulit untuk mengekspresikannya secara jelas,
Candaku 'tuk melihat senyummu,
Tawaku 'tuk mendapat ceriamu,
Rinduku 'tuk segala sesuatu darimu..
Walau harapku memilikimu seakan hampa
namun inilah harapku...
Surga vs Neraka
Dirimu terlalu indah untuk ku kagumi, walaupun aku tahu didalam dirimu pun terdapat neraka
tetapi mata ini hanya melihat disisi yang hanya surga terlihat di dirimu.
Diri ini terlalu dekat dengan neraka, meskipun berlawanan aku meyakini diri, bahwa kita akan
bertemu disana walaupun hanya sesaat dengan ejawantah yang berbeda...
Pernahkah kau melihat Rembulan menangis ?
jika kau tau, jangan ceritakan kepadaku
kar'na aku lebih mengerti malam..
Disanalah kita akan melihat bersama purnama bersedih,
Maka akan ku tunggu dirimu disana, di nerakaku.
tetapi mata ini hanya melihat disisi yang hanya surga terlihat di dirimu.
Diri ini terlalu dekat dengan neraka, meskipun berlawanan aku meyakini diri, bahwa kita akan
bertemu disana walaupun hanya sesaat dengan ejawantah yang berbeda...
Pernahkah kau melihat Rembulan menangis ?
jika kau tau, jangan ceritakan kepadaku
kar'na aku lebih mengerti malam..
Disanalah kita akan melihat bersama purnama bersedih,
Maka akan ku tunggu dirimu disana, di nerakaku.
Kunci Kebahagiaan
Syukuri apa yang telah didapat dan dijalani saat ini.Maka hidup ini akan memberikan kebahagiaan
yang tak terhingga pada diri pribadi .
*semangat dan selalu tersenyum* :)
yang tak terhingga pada diri pribadi .
*semangat dan selalu tersenyum* :)
Egosentris melemah
Di kala hati membeku dan enggan dengan hangatnya mentari pagi
tak dapat membentuk pusaran dengan sebilah kayu rapuh
meronta-ronta dalam penjara hati,
terbelenggu Dosa nestapa hingga isak tangis tak lagi mengeluarkan air mata
Terpadu “emosi” dalam lingkar logika tak terkendali
Sulit diri mencoba tuk meraih suci tertinggi dalam situasi
Mata, telinga, dan indera yang lain seperti tak berfungsi untuk diri
Tak pernah lelah diri ini menyambut “bulan” yang hanya datang pada saat langit terlihat gelap
pekat,
pada saat Matahari berpaling dihadapan,
pada saat burung-burung kembali kesangkarnya
Tak kan pernah lelah diri ini menyambut,
walaupun terkadang “Bulan” itu tak tampak,
karena tertutup awan kelabu.
Terbesit hati kecewa, tapi apa daya hanya bisa menunggu awan kelam itu pergi dan
memperlihatkan “Bulan” di langit yang nampak indah mempesona dengan bias sinarnya
tak dapat membentuk pusaran dengan sebilah kayu rapuh
meronta-ronta dalam penjara hati,
terbelenggu Dosa nestapa hingga isak tangis tak lagi mengeluarkan air mata
Terpadu “emosi” dalam lingkar logika tak terkendali
Sulit diri mencoba tuk meraih suci tertinggi dalam situasi
Mata, telinga, dan indera yang lain seperti tak berfungsi untuk diri
Tak pernah lelah diri ini menyambut “bulan” yang hanya datang pada saat langit terlihat gelap
pekat,
pada saat Matahari berpaling dihadapan,
pada saat burung-burung kembali kesangkarnya
Tak kan pernah lelah diri ini menyambut,
walaupun terkadang “Bulan” itu tak tampak,
karena tertutup awan kelabu.
Terbesit hati kecewa, tapi apa daya hanya bisa menunggu awan kelam itu pergi dan
memperlihatkan “Bulan” di langit yang nampak indah mempesona dengan bias sinarnya
Alam Sadarkan Kami
Lihatlah di sekitar kita tidak bisakah kita melihat banyak keajaiban
tersebar diatas kita awan dapat mengambang
Langit yang jelas dan terlihat biru Planet berputar pada orbitnya
Bulan yang menemani saat gelap datang dan matahari yang menghangatkan
Seperti harmoni yang sempurna
Mari kita mulai bertanya dalam diri masing-masing
Bukankah ini bukti yang cukup untuk kita
Atau kita begitu buta
Untuk memahami semua ini ..
Kita hanya perlu
Membuka mata kita, hati kita, dan pikiran
seringnya kita hanya melihat keburukan didalam kebenaran
Kita tidak bisa terus bersembunyi dari kebenaran
ingin kita dekat dengan Alam dan bersahabat dengannya
Hingga akhir waktu ..
Lihatlah ke dalam diri
Seperti tatanan sempurna
Bersembunyi di diri
Berjalan di pembuluh darah kita
rasa cinta, kemarahan, dan rasa sakit
Dan semua hal yang kita rasa
Dapatkah kita menyentuhnya dengan tangan kita?
Jadi, apakah mereka benar-benar ada?
Mari kita mulai bertanya dalam diri kita sendiri
Bukankah ini bukti cukup untuk kita?
Atau kita begitu buta
Untuk memahami semuanya ..?
Ketika bayi lahir
tak berdaya dan lemah
Dan kau mengamatinya tumbuh ..
Jadi mengapa menyangkal
peristiwa di depan mata kita
Keajaiban terbesar dalam hidup ..
Inspirasi :: Maherzein
tersebar diatas kita awan dapat mengambang
Langit yang jelas dan terlihat biru Planet berputar pada orbitnya
Bulan yang menemani saat gelap datang dan matahari yang menghangatkan
Seperti harmoni yang sempurna
Mari kita mulai bertanya dalam diri masing-masing
Bukankah ini bukti yang cukup untuk kita
Atau kita begitu buta
Untuk memahami semua ini ..
Kita hanya perlu
Membuka mata kita, hati kita, dan pikiran
seringnya kita hanya melihat keburukan didalam kebenaran
Kita tidak bisa terus bersembunyi dari kebenaran
ingin kita dekat dengan Alam dan bersahabat dengannya
Hingga akhir waktu ..
Lihatlah ke dalam diri
Seperti tatanan sempurna
Bersembunyi di diri
Berjalan di pembuluh darah kita
rasa cinta, kemarahan, dan rasa sakit
Dan semua hal yang kita rasa
Dapatkah kita menyentuhnya dengan tangan kita?
Jadi, apakah mereka benar-benar ada?
Mari kita mulai bertanya dalam diri kita sendiri
Bukankah ini bukti cukup untuk kita?
Atau kita begitu buta
Untuk memahami semuanya ..?
Ketika bayi lahir
tak berdaya dan lemah
Dan kau mengamatinya tumbuh ..
Jadi mengapa menyangkal
peristiwa di depan mata kita
Keajaiban terbesar dalam hidup ..
Inspirasi :: Maherzein
Subscribe to:
Comments (Atom)