Tuesday, September 4, 2012

Penggembala Senja

Angin syahdu kurasa di kala senja datang mendesak menjauh dari keramaian hiruk pikuk metropolitan..
Berputar dalam pikiran logika yang memang sebenarnya bukan Aku..

Mengelilingi Dunia dalam mimpi-mimpi senja menjelang petang..
Menguras daya ingat sang surya akan terlelapnya mimpi-mimpi terlalu harap..

Angin yang membuat daun-daun diranting pepohonan menari dengan lenggak lenggok yang sebenarnya tidak indah mempesona..

Matahari yang ingin pergi dari penglihatanku walau ragu namun membangunkan aku dari mumpi-mimpi senja dan membawaku ke sang Rembulan meski datang dengan keraguan awalnya..

Ingin ku bawa senja selalu dalam hidupku..
terlalu sulit karna ku tak punya nyali..

Senja yang selalu membawaku pada lamunan..
Dan awan kelabu yang membuat mimpiku menjadi abu-abu.

Wednesday, June 27, 2012

Debu Berserakan


Debu-debu berserakan diberandaku,
tidak menumpuk tapi berserakan.
Kala angin datang menerpa ia berhamburan
bagai kapas yang membuat ku sesak
dan mengotori benda apapun yang berada disekitarnya..

Kala hujan datang aku mengira bahwa air hujan dapat membersihkannya tapi itu salah,
ternyata hujan membuat debu itu menggumpal-gumpal layaknya tanah..
dan jika panas matahari menyinarinya
berandaku menjadi seperti pasar tradisional yang khas dengan jejak-jejak kesibukan manusia..

Ini tentang debu,yang malas ku bersihkan diberandaku,hingga membuat ku terganggu akan hal itu.

Monday, January 16, 2012

Terataiku

Selalu menemaniku dengan kebisuanmu saat gelap datang,

tetap setia walau kau terlelap dengan ketakutanmu terhadap cahaya mentari.

Aku terperangkap dalam lingkar asmaramu,

namun sulit untuk mengekspresikannya secara jelas,

Candaku 'tuk melihat senyummu,

Tawaku 'tuk mendapat ceriamu,

Rinduku 'tuk segala sesuatu darimu..

Walau harapku memilikimu seakan hampa

namun inilah harapku...

Surga vs Neraka

Dirimu terlalu indah untuk ku kagumi, walaupun aku tahu didalam dirimu pun terdapat neraka

tetapi mata ini hanya melihat disisi yang hanya surga terlihat di dirimu.

Diri ini terlalu dekat dengan neraka, meskipun berlawanan aku meyakini diri, bahwa kita akan

bertemu disana walaupun hanya sesaat dengan ejawantah yang berbeda...

Pernahkah kau melihat Rembulan menangis ?

jika kau tau, jangan ceritakan kepadaku

kar'na aku lebih mengerti malam..

Disanalah kita akan melihat bersama purnama bersedih,

Maka akan ku tunggu dirimu disana, di nerakaku.

Kunci Kebahagiaan

Syukuri apa yang telah didapat dan dijalani saat ini.Maka hidup ini akan memberikan kebahagiaan

yang tak terhingga pada diri pribadi .

*semangat dan selalu tersenyum* :)

Egosentris melemah

Di kala hati membeku dan enggan dengan hangatnya mentari pagi

tak dapat membentuk pusaran dengan sebilah kayu rapuh

meronta-ronta dalam penjara hati,

terbelenggu Dosa nestapa hingga isak tangis tak lagi mengeluarkan air mata

Terpadu “emosi” dalam lingkar logika tak terkendali

Sulit diri mencoba tuk meraih suci tertinggi dalam situasi

Mata, telinga, dan indera yang lain seperti tak berfungsi untuk diri

Tak pernah lelah diri ini menyambut “bulan” yang hanya datang pada saat langit terlihat gelap

pekat,

pada saat Matahari berpaling dihadapan,

pada saat burung-burung kembali kesangkarnya

Tak kan pernah lelah diri ini menyambut,

walaupun terkadang “Bulan” itu tak tampak,

karena tertutup awan kelabu.

Terbesit hati kecewa, tapi apa daya hanya bisa menunggu awan kelam itu pergi dan

memperlihatkan “Bulan” di langit yang nampak indah mempesona dengan bias sinarnya

Alam Sadarkan Kami


Lihatlah di sekitar kita tidak bisakah kita melihat banyak keajaiban

tersebar diatas kita awan dapat mengambang

Langit yang jelas dan terlihat biru Planet berputar pada orbitnya

Bulan yang menemani saat gelap datang dan matahari yang menghangatkan

Seperti harmoni yang sempurna


Mari kita mulai bertanya dalam diri masing-masing

Bukankah ini bukti yang cukup untuk kita

Atau kita begitu buta

Untuk memahami semua ini ..



Kita hanya perlu

Membuka mata kita, hati kita, dan pikiran

seringnya kita hanya melihat keburukan didalam kebenaran

Kita tidak bisa terus bersembunyi dari kebenaran

ingin kita dekat dengan Alam dan bersahabat dengannya

Hingga akhir waktu ..



Lihatlah ke dalam diri

Seperti tatanan sempurna

Bersembunyi di diri

Berjalan di pembuluh darah kita

rasa cinta, kemarahan, dan rasa sakit

Dan semua hal yang kita rasa

Dapatkah kita menyentuhnya dengan tangan kita?

Jadi, apakah mereka benar-benar ada?

Mari kita mulai bertanya dalam diri kita sendiri

Bukankah ini bukti cukup untuk kita?

Atau kita begitu buta

Untuk memahami semuanya ..?





Ketika bayi lahir

tak berdaya dan lemah

Dan kau mengamatinya tumbuh ..

Jadi mengapa menyangkal

peristiwa di depan mata kita

Keajaiban terbesar dalam hidup ..


Inspirasi :: Maherzein